Aku menangis ditemani bulan terang,
Bersama ngauman unggas yang berserakan,
Ingin aku pijak memori tahi ini,
Ingin aku ceraikan dari fikiran,
Fikiran kecamuk bersama nyamuk,
Kombinasi gagah luhur dari jiwa,
Rontaan demi rontaan,
Gelutan bersama senggama,
Tak hirau badai tika nafsu naik ke puncak,
Dan detik ini,
Aku masih menangis sendiri,
Memberontak dengan jati diri,
Dendam kesumat amarah bercampur,
Dengan dunia yang tiada padam.

0 comments:
Post a Comment