Saat melankoli 'kejatuhan efrafa' memecah kesunyian suram,
Saat hati memberontak mahukan revolusi roti,
Saat kemanusiaan dihakis deengan sekeping kertas,
Saat maruah boleh disogok dengan sebutir beras,
Saat mata bertentang mata mahukan simpati,
Saat jiwa bergolak mahu mati,
Maka pada saat ini aku terus gantungkan harapan pada hati manusia,
Moga tiap manusia bisa buka semua ruang pada tubuh mereka,
Pada saat ini lagi aku terus berdiri berposisi paksi condong,
Memandang langit gelap berharap lintasan tanglung gelong,
Saat ini aku masih berjalan bermonolog sendirian,
Apakah dunia masih ada keikhlasan?
Dan saat ini aku masih robot ciptaan mereka,
Corakkan emosi bahagia untuk aku,
Doktrin aku dengan tuhan kertas kalian,
Suntik aku dengan daki daki semangat patriostisma,
Supaya aku jadi robot akur dan pintar,
Di mata kalian yang semakin pudar,
Ditenggelami wang dan tiada sedar.
Thursday, March 14, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment